Susu Menyebabkan Kanker?

Susu Menyebabkan Kanker?

Isunya memang sudah lama muncul, namun tetap saja banyak yang percaya bahwa susu menyebabkan kanker dan osteoporosis. Inilah klarifikasinya.

Adalah Robert Cohen, pengarang buku yang isinya menyerang habis Si Putih Susu. Judulnya membuat orang bergidik, Milk: The Deadly Poison. Disebutkannya, susu sama sekali tidak ada manfaatnya buat tubuh, bahkan menyebabkan kanker. Biang keladinya, kata Cohen, kandungan senyawa growth factor pada susu serupa insulin (IGF-I) yang membuat sel-sel tubuh manusia menggandakan dirinya. Sisi buruk senyawa ini adalah dapat mendorong pertumbuhan sel-sel cikal bakal kanker.

Pihak lain yang menyerang susu adalah Harvard School of Publik Health. Para penelitinya menyimpulkan susu malah menyebabkan osteoporosis. Dalam penelitiannya beberapa tahun lalu, wanita yang minum susu dua gelas atau lebih per hari cenderung rentan terhadap patah tulang dibandingkan mereka yang hanya minum sekali seminggu atau bahkan tidak sama sekali.

Daftar pihak-pihak yang anti-susu masih panjang. Salah satunya, The American Jorunal of Clinical Nutrition melaporkan bahwa pola makan yang kaya produk susu bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat. Penyebabnya, tingginya kalsium dalam susu akan menurunkan produksi hormon parathyroid yang pada akhirnya akan menekan kadar vitamin D. Vitamin inilah yang memegang kunci pertumbuhan tumor.

Satu lagi, Daniel W Cramer, MD seorang epidemiolog dan ginekolog di Boston’s Brigham and Women’s Hospital berpendapat, sebagian wanita mewarisi gen yang membuat tubuh mereka lebih rentan terhadap galaktosa, bentuk gula dalam susu, yang dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Jadi, mengonsumsi susu, baik yang tinggi maupun rendah lemak, akan memicu kanker itu.

Semua terbantah
Ada yang kontra, tentu ada yang pro. Semua penelitian tadi ternyata dapat dimentahkan segera. Jadi, Anda jangan dulu takut pada susu. Daniel W Cramer sendiri mengakui, teorinya tersebut masih merupakan teori mentah. Ditegaskannya, untuk mencegah terjadinya kanker ovarium ada faktor lain yang lebih penting daripada menghindari susu, yaitu minum kontrasepsi oral dan konsumsi antioksidan.

Di pihak lain, kecurigaan IGF-I sebagai penyebab kanker juga dibantah oleh ahli epidemiologi Jing Ma dari Harvard Universty. Untuk upayanya itu, ia dan tim mengambil sampel darah dari 500 pria 40 tahun ke atas, beberapa diantaranya memiliki kanker usus lebih dari 13 tahun. Semua responden diminta untuk minum susu dan produk olahannya, seperti keju.

Hasilnya, meski kadar IGF-I pada konsumen susu dan keju tinggi, mereka justru beresiko rendah terkena kanker colorectal. Kabar baiknya lagi, mereka tak akan mudah terkena kanker usus besar jika mengonsumsi susu dan produknya secara teratur. Yang melegakan lagi, hasil penelitian ini kemudian didukung oleh penelitian lain di tahun 1999 yang menemukan bahwa suplemen kalsium dapat mencegah kambuhnya tumor usus besar.

Dari tanah air, Dr. Murjiah Dinarto MS, ahli gizi medik RSCM memebenarkan bahwa susu dari hewan mengandung lemak jenuh dalam persentase yang cukup tinggi sehingga antara lain bisa menimbulkan risiko terjadinya kanker payudara pada wanita. Namun, ini bukan berarti susulah penyebab kanker itu. Sebab, penyebab kanker itu sangat beragam dan harus dilihat kasus per kasus. Faktor asupan makanan justru ada pada urutan terakhir setelah faktor genetik, umur, dan gaya hidup. “Bila faktor-faktor lain sudah ada di diri seseorang, apa pun yang is konsumsi, kanker itu tetap saja akan muncul,” tandas dokter Murjiah.

Mengenai tuduhan susu sebagai penyebab osteoporosis, Murjiah berkomentar, “Penyerapan kalsium ke dalam tulang tidak sesederhana itu. Salah satu cara memang dengan minum susu yang kadar kalsiumnya memenuhi, tapi apakah nantinya akan terserap ke dalam tulang dan memberi hasil yang diharapkan, ada faktor-faktor lain yang menentukan. Misalnya usia, jenis kelamin, bentuk kalsium yang harus larut-air, adanya vitamin D3, enzim, hormon, dan aktivitas fisik”. Seringkali, para peminum susu menganggap susu sudah cukup sebagai pengganti gerak fisik atau olahraga. Padahal, yang terakhir inilah yang paling berperan memperkuat tulang hingga terjadinya patah tulang juga bisa dicegah.

Sumber kegemukan?
Satu lagi, anggapan bahwa susu menyebabkan kegemukan juga dibantah oleh dokter Murjiah. Inilah penjelasannya:

Dalam susu ada hitungan kalori, dan selama itu dikonsumsi dalam batas kebutuhan kalori harian, maka susu tak akan menggemukkan. Misalnya, dalam satu hari Anda butuh 2500 kalori. Bila Anda minum susu sebanyak 250 kalori, maka kalori dari makanan harus dikurangi sebanyak itu. Bila memang perlu, susu skim atau susu rendah lemak bisa dipilih, namun ini tak ada manfaatnya bila makanan Anda (di luar susu) masih berlemak dan berkalori tinggi.

Pada remaja dan orang yang sangat aktif, kalori dalam susu ini tidak terlalu berpengaruh bagi tubuh. Susu bisa menggemukkan kalau dikonsumsi oleh orang yang kurang aktif atau usia lebih dari 40 tahun yang kebutuhan kalorinya sudah tercukupi dari makanan ini lantaran tak ada kandungan serat di dalam susu sehingga susu langsung diserap tubuh. Artinya, mencari pengganti kalori dari makanan dengan susu boleh-boleh saja, cuma, harus diperhatikan, bahwa ada satu faktor yang kurang, yaitu serat.

Akhirnya, dokter Murjiah menyarankan agar kita tidak perlu antipati terhadap susu. Susu tetap dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian, dan juga sebagai sumber protein dan beragam nutrisi penting. Ia bukanlah racun mematikan tapi juga bukan obat mujarab penyembuh beragam penyakit.

Maka, agar kita mendapatkan manfaat dari susu, kuncinya adalah jangan berlebihan dalam mengonsumsi. Proporsional. I HL

Masih ingat semboyan ‘4 Sehat 5 Sempurna’? Jargon yang diperkenalkan oleh Prof. DR. Dr. Poerwo Soedarmo sejak tahun 1950 untuk menggerakkan kesadaran gizi masyarakat ini menyebutkan susu sebagai penyempurna asupan nutrisi kita. Dia ada di urutan kelima, “paling bontot” setelah nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber protein, dan sayur-buah sebagai sumber mineral dan vitamin. Jadi, apakah artinya asupan gizi kita tak sempurna tanpa susu?

Bagi makhluk menyusui, termasuk manusia, susu merupakan makanan pertama dan utama dalam periode awal kehidupan. Susu adalah cairan biologic yang kompleks; karakteristik fisik dan komposisinya bervariasi antarspesies, yang mencerminkan kebutuhan nutrisi dari makhluk menyusui tersebut.

Namun demikian, apa yang kita dapat dari susu bisa juga kita dapat dari makanan lain. Karena itu kita tidak bisa begitu saja menganggap bahwa gizi kita kurang sempurna tanpa susu. Jadi, 4 Sehat 5 Sempurna bukanlah harga mati. Menurut Konsultan Gizi Puan Jakarta Boutique Clinic, Dr. Murjiah Dinarto, MS, susu bisa menjadi gizi utama atau penyempurna tergantung pada siapa dan bagaimana kondisi yang meminumnya.

la menjelaskan, susu menjadi makanan utama untuk bayi di bawah 4 bulan. Selain memberikan daya tahan dan kekebalan bagi tubuh bayi, komposisi nutrisi dalam ASI memenuhi semua kebutuhan gizi bayi. Melewati usia 4 bulan, susu bergeser menjadi makanan tambahan, karena anak harus mulai diajarkan mengenal makanan lain. Sampai seorang anak menginjak usia 12 tahun, ia masih membutuhkan 1-2 gelas susu per hari.

Semakin bertambah umur seseorang, posisi susu sebagai makanan utama semakin bergeser. Di atas usia 12, kebutuhan susu tergantung pada si anak. Bila gizinya sudah baik, susu tidak diperlukan setiap hari, kecuali bila aktivitasnya sangat tinggi atau saat stres. Bahkan pada masa remaja hingga usia dewasa muda, susu bisa dihilangkan dari menu karena gizi yang ada di dalam susu bisa didapat dari makanan lain, seperti es krim, makaroni panggang, dan lain-lain. Pada wanita hamil dan menyusui, kebutuhan gizi meningkat, clan ini bisa didapat dari susu (terutama susu khusus untuk ibu hamil dan menyusui). Di usia tua, susu bisa masuk lagi ke dalam menu, terutama pada orangtua yang gizinya tidak terpenuhi dari makanan biasa.

Macam-macam susu
Susu mengandung protein bermutu tinggi dengan kadar lemak 3,0 hingga 3,8%. Si cair-putih-pekat ini merupakan sumber kalsium dan fosfor yang baik, k dengan vitamin A, thiamin, niacin, riboflavin, namun miskin mineral terutama zat besi. Kadar air di dalam susu seban 87, 5%. Meski kandungan gulanya cuF tinggi, 5%, rasanya tidak manis kadar gula susu (laktosa) daya kemanisan lebih rendah dari gula pasir (sukrosa).

Menurut cara mengolahnya, inilah jenis susu:

Susu pasteurisasi
Susu ini dipanaskan dengan suhu tingi sehingga bakteri berbahaya yang ada dalamnya mati. Dalam proses pasteurisa~ susu dialirkan melalui suatu pipa yar ditutup dengan pemanas bertemperat 72C selama 15 menit hingga semua tit terpanaskan. Setelah itu susu didinginkan segera hingga mencapai suhu 10C untuk mencegah pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri yang masih tinggal.

Pasteurisasi tidak menggunakan zat pengawet, namun hasilnya susu aman untuk diminum dan memperlama daya simpannya. Susu pasteurisasi harus disimpan di dalam lemari pendingin, dan kualitasnya bisa bertahan hingga seminggu.

Susu UHT
Disebut juga sterilisasi, yaitu susu yang dipasteurisasi dengan menggunakan ultra-high temperature (UHT), 143C dalam 5 detik. Susu UHT dapat bertahan selama 2 tahun tanpa disimpan dalam lemari pendingin. Namun, begitu kemasannya telah dibuka, harus disimpan di lemari pendingin dan jangan lebih dari 5 hari. Bila dibiarkan dalam suhu ruang, susu akan menjadi asam (rusak) dalam sehari.

Susu homogenisasi
Susu merupakan emulsi, campuran antara minyak (lemak susu) dan air. Maka, susu perlu dihomogenkan agar partikel lemak susu tersebar dan bercampur dengan air, tidak hanya mengambang di permukaan. Homogenisasi merupakan proses mekanik untuk mengubah ukuran alami globula lemak. Di pabrik, selain diaduk, susu juga disemprotkan melalui lubang yang sangat kecil hingga globula-globula lemak ‘pecah’ menjadi ukuran kecil hingga lemak menyebar. Inilah yang membuat susu bertekstur lembut dan kental. Homogenisasi tidak mengubah nilai gizi susu.

Susu evaporated
Susu kental yang dihasilkan dari pemanasan sebanyak 60% kandungan airnya diuapkan secara vakum dari susu utuh (wholemilk), kemudian dihomogenisasi, dikemas dalam kaleng, dan distrerilkan. Masa simpannya lama, selama kaleng belum dibuka. Sekali dibuka, harus disimpan dalam lemari pendingin agar tak tercemar mikroba dari udara.

Susu kental manis
Susu yang telah diawetkan dengan pemanasan, mengurangi separuh jumlah air-nya, serta ditambah gula sebanyak 44% sebagai pengawetnya. Karena kadar gulanya yang tinggi, daya simpannya cukup lama.

Susu bubuk
Susu yang diawetkan dengan cara menguapkan airnya. Dalam keadaan kering, tidak ada bakteri yang dapat hidup hingga susu dapat bertahan lama. Mula-mula susu dikentalkan dalam keadaan tekanan rendah, kemudian diembuskan melalui semprotan halus hingga menjadi partikel-partikel yang sangat halus. Terbagi menjadi tiga jenis: susu bubuk skim, susu bubuk whole, dan susu bubuk buttermilk.

Susu skim
Susu yang kadar lemaknya telah dikurangi hingga berada di bawah batas minimal yang telah ditetapkan.

Susu nonfat
Susu yang praktis telah bebas sama sekali dari kandungan lemak.

Sumber: Majalah Healthy Life
__________________
http://www.bintangmawar.net
BARU!!! Peraturan dan Etika Pergaulan

Iklan

Komentar ditutup.