Ciuman Intim Beresiko Menyebarkan Infeksi Otak Dear all

Ciuman Intim Beresiko Menyebarkan Infeksi Otak
Dear all,

Ciuman Intim Beresiko Menyebarkan Infeksi Otak

Ciuman intim beresiko menyebarkan berbagai jenis penyakit. Dari penyakit mulut hingga penyakit dalam. Apalagi jika dilakukan dengan beberapa orang yang tidak diketahui riwayat penyakitnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Australia, hal tersebut meningkatkan resiko terkena meningitis atau kerusakan membran otak.

“Ciuman intim terbukti sebagai faktor resiko dan sepertinya, ciuman dengan beberapa orang meningkatkan resiko penyebarannya,” kata Profesor Robert Booy dari RS Anak Westmead di Sydney, Australia.

Meningitis adalah infeksi pada bagian pembungkus otak dan syaraf tulang belakang. Penyebabnya adalah virus atau bakteri. Penyakit ini sering menyerang anak-anak dan remaja. Penyebarannya dari seorang penderita kepada orang di sekitarnya melalui udara misalnya melalui bersin, batuk, ciuman, dan hidup dalam satu ruangan, misalnya di asrama.

Sekitar 5 hingga 10 persen pasien akhirnya meninggal karena serangan penyakit ini dalam 24 hingga 48 jam setelah timbul gejala. Dalam laporan penelitian yang dimuat British Medical Journal, para peneliti mempelajari faktor-faktor yang meningkatkan resiko penyakit. Penelitian tersebut dilakukan terhadap para penderita berusia 15 hingga 19 tahun yang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita penyakit tersebut.

Selain melakukan wawancara dengan pasien, para peneliti juga mengukur sampel darah, kerongkongan, dan lap ingus. Dengan membandingkan data-data serupa dari remaja yang sehat, Booy dan timnya menemukan bahwa ciuman intim antara seseorang dengan penderita meningitis adalah salah satu sumber penyebaran penyakit tersebut.

Mereka menyarankan para remaja untuk mengubah perilakunya untuk menurunkan resiko penyebaran penyakit ini. Tentu saja saran tersebut juga berguna bagi setiap orang. Ciuman bukan masalah sepele dan harus dipastikan dengan orang yang sehat.

Sumber: reuters
Penulis: Wah

http://www.kompas.com/teknologi/news/0602/13/125012.htm

Iklan

Komentar ditutup.