KEPESANTRENAN DAN NU

KEPESANTRENAN DAN NU

Santri berasal dari bahasa sansekerta

San artinya “Suci”

Tri artinya “Tiga”. Jadi santri itu harus suci dari tiga perkara yaitu

1.Bersih dari kemaksiatan

2.Bersih dari kedholiman

3.Bersih dari kebodohan.

Pondok Pesantren Ngalah ini adalah bersifat “Pluralistik” moderat dan luwes dalam Al-quran telah dijelaskan: وماارسلناك الا رحمة للعالمين

Dino iki Ultahe Pondok, sebab aku (Kyai Sholeh) babat pondok bulan dzulhijjah th 1985 dino jum’at.

Asas Darut Taqwa wonten tigo:

  1. Pancasila, di Darut Taqwa sangat dijunjung tinggi. Karena nilai-nilai Pancasila digali dari nilai-nilai luhur budaya bangsa, sekaligus pancaran dari nilai-nilai ajaran Islam (al-Qur’an dan al-Hadits), seperti ketuhanan, kebersamaan, persatuan.
  2. UUD 45.

Kedua asas diatas mencerminkan bahwa pendiri memiliki jiwa nasionalis yang tinggi.

  1. Ahlussunnah wal jama’ah, karena di dalamnya terkandung nilai-nilai tasamuh, tawassuth, tawazzun, ta’addul.

Molane, nopo’o see kok katah tiyang sing salah faham dateng Darut Taqwa, sebab ningaline namung ndugi setunggal sisi mawon, mboten menyeluruh, lha niku seng nggarai binggung…..!!

Darut Taqwa itu Berjiwa pluralistik, karena itu aku (Kyai Sholeh) takut mempunyai santri :

1.Yang bodoh, sehingga harapannya semua santri PP Ngalah harus memiliki semua potensi agama yang memadai sehingga bisa melihat fenomena hidup yang penuh keanekaragaman dengan pandangan arif, bijak, dan luwes.

2.Yang tidak bisa memasyarakat, sehingga harapannya semua santri harus memiliki jiwa adaptasi tinggi, atau kemampuan menyesuaikan diri dengan alam, tradisi yang berkembang di masyarakat karena perbedaan merupakan sebuah realitas yang tak terhindarkan sehingga santri dituntut untuk “ Iso gembul wong lan iso ngewongno wong ”, dan tidak malah menjadi beban masyarakat.

Darut Taqwa bukan dunia politik tapi dunia pendidikan. Artinya siapapun yang masuk ke Darut Taqwa dan aktifitas apapun yang dilakukan di Darut Taqwa harus berpandangan sosial, pengabdian (pendidikan) dan jangan berpandangan politik yang mengarah pada mencari keuntungan pribadi baik itu dalam bentuk mencari kekayaan, jabatan, maupun popularitas pribadi, karena politik ujung-ujungnya ndolek upo.

Sekarang zamannya tuntunan jadi tontonan dan tontonan jadi tuntunan, Darut Taqwa adalah netral biar enjoy/santai.Hargailah pendapat orang lain, pondok, Darut Taqwa ini netral Ila Yaumil Qiyamah.

Amar ma’ruf nahi mungkar dengan kebijakan. Nopo’o pondok Ngalah kok anti teroris? Nggeh, sebab teroris niku tak berprikemanusiaan, biadab. Teroris niku sami kale kejadiane teror ninja singen. Sekitar tahun ‘98. Jadi harus ingat jas merah jangan selalu melupakan sejarah.

Dawuh ini merupakan konsep atau strategi dalam berjuang dalam menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar jangan sekali-kali menggunakan kekerasan dan anarkisme sehingga PP Ngalah sangat anti terhadap terorisme yang membungkus kejahatan dan kebiadabannya dengan mengatasnamakan jihad dan amar ma’ruf nahi munkar.

Pondok itu adalah penjara suci harus tirakat, melek bengi dan istiqomah. Maka dari itu mondok iku ora enak pahit ketir, tapi dapat hidayah dari Allah.

Sekarang zamannya tuntunan jadi tontonan dan tontonan jadi tuntunan

Kita mondok praktek ikhlas dan jujur bukan politik agar bisa turun ke masyarakat. Maksudnya semua santri harus memiliki kepribadian mau berbuat tanpa pamrih dan berani berkata benar walaupun hal itu menyakitkan (qulil haqqa walau kana murro) sehingga sangat bertentangan sekali dengan karakter poltik yang mana modalnya orang berpolitik harus pinter bicara, pinter bohong, tego mentolo untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Lek wonten tiang tanglet. opo’o se wong NU iku kok titik-titik  slametan/banca’an,,,? Jawabe nggeh enteng-entengan mawon Derek,,, “aku duduk malaikat cak aku yoo kepingin selamet” nyobak mawon ojok mangan lha moro melbu rumah sakit wae, alias gering.

Dintene niki NU didol murah. Opo-opo nek ono duwe’e yooo..

Kyai sholeh dawuh begini karena dilatarbelakangi oleh keprihatinan beliau terhadap banyaknya ulama NU yang terjebak dengan politik praktis, yang mana dalam merealisasikan keinginannya sering membawa organisasi NU sebagai legitimasi.

Wal geduwal bah kadal bah gombal sing penting kontal yo halal…! Ena’e diganti mawon NU adalah Nahdhatul Uang, Nitili Upo, lek digedekno maneh dadi sego, digedekno maneh yo dadi dunyo. Pancene potongan kukusan,  sing dipikir upoooo tok.

Cara melihat pondok pesantren Ngalah ini jangan sembarangan nanti bisa timbul kesalahpahaman dan lebih parah lagi kalau paham salah. Pondok Ngalah dapat dilihat dengan dua cara:

a)      Dilihat dengan syari’atnya

b)      Dilihat dengan tasawufnya

Dalam memberikan penilaian terhadap PP Ngalah yaitu dengan keanekaragaman pola pendidikannya serta kegiatan-kegiatan yang berlangsung di dalamnya. Jangan semata-mata melihat dari sudut pandang syari’at saja, juga perlu dilihat dari sisi tasawufnya.

Struktural Pondok Pesantren Ngalah tidak berbeda  juga dengan strukturalnya ke NU-an yang mana didalamnya mancakup 3 akhlak yang dimilikinya adalah:

  1. وجه وطانية  (santun terhadap negara)
  2. وجه انسانية (santun terhadap sesama manusia)
  3. وجه اسلا مية (santun sesama muslim)

Syarat-syarat Santri, Guru, dan Kyai :

1. Santri

Istiqomah, Maksudnya adalah segala apa yang ada di pondok itu harus ditaati dan dipatuhi, jangan sampai dilanggar, kalau memang peraturan itu baik.

Contoh: Waktune ngaji yo ngaji, waktune sekolah yo sekolah, waktune jama’ah yo jama’ah

2. Guru

Syarat-syarat menjadi Guru:

a) Istiqomah

Maksudnya adalah guru harus bisa menempatkan dirinya, tidak boleh seenaknya saja dan harus mentaati peraturan yang ada.

Contoh: Waktune ngajar yo ngajar, dan waktunya pulang yo pulang dll.

b) Uswatun khasanah

Maksudnya adalah seorang guru harus memberikan suru tauladan yang bagus, apabila keteladanan tersebut bisa membawa dirinya dan muridnya maka termasuk predikat guru yang baik karena dapat memberikan keteladanan terhadap murid-muridnya. Contoh: Kalau bicara harus menggunakan bahasa yang baik, mempunyai sopan santun sesamanya, ramah tamah.

3. Kyai

Syarat-syarat menjadi Kyai:

a) Istiqomah

Maksudnya adalah sang kyai tidak boleh sering kosong dalam memberikan materi, dan harus sesuai dengan apa yang telah ditentukan.

Contoh: Waktune ngaji yo ngaji, waktune jamaah yo jamaah.

b) Uswatun khasanah

Maksudnya adalah keteladanan yang bagus yang dipelopori oleh romo Kyai dalam tindakan sehari-hari sebagai contoh terhadap santri.

Contoh: sikap yang رحمة للعالمين

sopan santun dan ramah tamah sesama manusia dan bisa ngayomi dan ngayemi lain agama.

c) Ikhlas

Maksudnya adalah mereka beranai berkorban atas segala harta yang dimilikinya demi anak didiknya dalam mencapai cita-cita.

Contoh: Membuat gedung-gedung untuk sekolah, tidak mau dibayar dalam kerjanya.

Bahwa seorang guru itu sepantasnya sebagai contoh muridnya dalam segala tindakan baik itu melalaui akhlaq, sopan santun, ucapan dan perbuatannya, karena guru itu di gugu lan di tiru.

“من احبنى يتسن بسنة….الخ”

“Barang siapa yang cinta terhadapku (guru) maka segala tingkah laku-laku harus ditiru”. Contoh: Baik dari segi bicara, baik dari segi perbuatan dan segi kecerdasannya.

Kyai ada tiga macam:

  1. 1. Kyai bangsa silat

­          Berpidato dakwah di odium-odium dan lain-lain.

­          Akhirat ditanggan kanan, dunia di tangan kiri.

  1. 2. Kyai bangsa silo

­          Ngimami lan nguruk ngaji tho’

“Nggak disangoni nggeh, disanggoni nggeh (sembarang pokok’e nggeh)”

  1. 3. Kyai bangsa silem

­          Wiritan tho’!

­          Dunia tidak diurus sama sekali

Besok santriku kabeh nek pun wangsul dugi pondok jangan sampai ngajar dulu kalau bisa kerja dulu, kenapa? Karena tanpa biaya cita-cita tak akan tercapai, sebab uang itu buat modal utama kita dalam mempraktekkan semasa kita bersama, kita jangan terlalu mengharapkan sesuatu yang mungkin terjadi/thoma’. Arep-arep waqofan dalam Al quran dijelaskan : باموالكم وانفسكم…..الخ  70 % untuk kerja, dan 30 % untuk mengajar. Romo Kyai tidak ridlo dunyo akhirat apabila santrinya menjadi kyai lalau mintak bayaran (yayasan seperti pondok Ngalah) اخذ من خدمة

Dawuh di atas merupakan doktrin bahwa prasyarat dalam perjuangan itu adalah kemapanan ekonomi biar tidak menjadi ustadz atau kyai yang berjuang di tengah-tengah masyarakat dengan karakter arep-arep diwenehi. Kalau demikian bukan malah menguntungkan masyarakat justru membebani masyarakat. Sebab bondo jadi tolak ukur sukses dan tidaknya perjuangan (jer basuki mawa bea).

Santri setelah pulang dari pondok ada yang bisa menjadai 4 perkara diantaranya:

1. Emas

2. Intan

3. Rosokan

4. Kotoran.

Ciri khas pondok ngalah adalah membangun kerukunan, perdamaian dan berjiwa rohmatal lil’alamin

Darut Taqwa adalah gudangnya ilmu, ojok tukaran, utowo geger, ayo membangun perdamain  cinta tanah air dengan berjiwa rohmatal lil ‘alamin. Jiwa tua itu harus bisa ngayomi lan ngayemi sedoyo masyarakat.

Lembean kiwo tengen , seng tengen berjuang, seng kiwo nyambut damel.

Kenapa mendirikan formal ?

Supaya payu, manfaat, (karena dikhawatirkan nanti jika ada santri berjuang jika bukan keturunan kyai supaya mudah tidak kesulitan).

Jenenge pondok “campur sari” tombo ati.

Islam NU itu Islam moderat (luwes) atau tawasut.

Dawuhe Gus Dur (senen 23 mei 05)

« Perbedaan itu akan selalu ada dan wajar,tapi jangan sampai terpecah belah. Beda boleh tapi tetep satu/rukun. Karena sudah dinash dalam al-qur’an : وجعلنا لكم شعوبا وقبائل لتعرفوا.

Kyai Sholeh saya beri nilai “sudah baik” karena di sinilah (Darut Taqwa) kultur-kultur NU hidup dan bisa diterapkan dalam bentuk nyata.(Darut-taqwa adalah miniaturnya NU)

Karena Darut Taqwa beserta masyarakat di dalamnya senantiasa berperilaku (konsep PP Ngalah dalam mengembangkan diri) betul-betul berpijak pada nilai-nilai tasamuh, tawasuth, tawazun dan ta’addul.

Tanggapan Romo kyai Sholeh: “Gus Dur niku ibarate sopir sepur (masinis), wonten tiang dasian lan bersih-bersih, wonten serban-serbanan, wonten seng bakul iwak, bakul sayur, wonten seng boten klamben, wonten seng numpak dukure gerbong, wonten seng boten bayar karcis, sedoyo wau diangkut mawon. Sepur unine “wong..wong..wong..sedoyo tiang mblayu nderek. Maneh uneni sepur “cek…cek..cek….cecek tho’ puuun, sinten seng boten cecek?”

Hargailah pendapat orang lain, pondok, darut taqwa ini netral ila yaumil qiyamah.

Lek wonten tiang tangglet. “opo’o se wong NU iku kok titik-titik  slametan/banca’an,,,? Jawabe nggeh enteng-entengan mawon Derek,,, “aku dudu’ malaikat cak aku yoo kepingin selamet” nyobak mawon ojok mangan lha moro melbu rumah sakit wae moroan, alias gering.

Dintene niki NU didol murah. Opo-opo nek ono duwe’e yooo..

Wal geduwal bah kadal bah gombal sing penting kontal yo halal…! ena’e diganti mawon NU adalah Nahdhatul Uang, nitili upo. Pancene potongan kukusan  sing dipikir upoooo tok.

Nopo’o pondok Ngalah kok anti teroris?

Nggeh sebab teroris niku tak berprikemanusiaan, biadab. Teroris niku sami kale kejadiane teror ninja singen. Sekitar th. ‘98. Jadi harus ingat sejarah jas merah jangan selalu melupakan sejarah.

Iklan

Komentar ditutup.